Tersangka Bentrokan FBR di Rempoa Jadi 30 Orang

Tersangka Bentrokan FBR di Rempoa Jadi 30 Orang

Kepolisian menangkap 32 orang yang tergabung dalam organisasi massa Forum Betawi Rempug (FBR) dalam bentrokan di Jalan Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, pada Sabtu (31/7) malam lalu. 30 Orang di antaranya telah ditingkatkan statusnya menjadi tersangka.

“Dari hasil pemeriksaan intensif, kerusuhan di Rempoa ada 32 orang diamankan, 30 dijadikan tersangka,” kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan Kompol Nurdi Satriaji kepada wartawan di sela-sela acara pelatihan ‘Perubahan Mindset Anggota Polri’ di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Senin (2/8).

Nurdi mengungkapkan, dari 30 tersangka itu, 23 orang ditahan. Sementara 7 tersangka dikenakan wajib lapor. Sedangkan 2 orang lainnya yang tidak dijelaskan sebagai tersangka dilepaskan.

“Mereka dijadikan tersangka karena ada yang bawa senjata tajam, ada juga yang kita tahan karena melakukan pengrusakan pos salah satu ormas di Tanah Kusir dan pembakaran motor,” jelas Nurdi.

Lebih jauh Nurdi menjelaskan, bentrokan itu bermula dari permasalahan sepele. FBR tidak terima jika benderanya yang terpasang di Rempoa diturunkan.

“Hanya karena ada penurunan bendera, ada ormas atau oknum yang tersinggung lalu melakukan sweeping. Isunya lalu berkembang katanya ormas ini memberhentikan mobil dam sempat memukul orang di dalamnya,” paparnya.

Polisi sendiri telah mengetahui permasalahan tersebut, 2 hari sebelum milad FBR atau sebelum terjadinya bentrokan. “Kami dapat SMS 2 hari sebelum milad, katanya ada yang mencabut bendera ormas. Tapi kami belum pastikan ormas mana,” kata Nurdi.

Sementara itu, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) FBR Hari Ibrahim saat dihubungi, Minggu (1/8) sore mengakui jika bendera FBR diturunkan di daerah Rempoa. “Waktu itu pas kebetulang usai milad, ada yang lihat bendera FBR diturunkan. Siapa yang nggak marah benderanya diturunkan seperti itu,” kata Hari.

Pasca bentrokan, Polda Metro Jaya mengumpulkan ormas FBR, Pemuda Pancasila, Kembang Latar dan Forkabi. Dalam pertemuan tersebut, masing-masing ormas bersepakat untuk berdamai.

“Kita berharap, setelah ada perjanjian perdamaian tidak ada lagi bentrokan,” ungkapnya.

Sementara itu, sejumlah polisi masih berjaga di lokasi bentrokan. “Penjagaan ada tapi tidak penuh, karena situasi sudah kondusif,” tutup Nurdi. (IPW/Dtc)

Share This Post

Post Comment