Jadi Calon Kuat Kapolri, Nama Nanan, Timur, dan Imam Dikantongi SBY

Jadi Calon Kuat Kapolri, Nama Nanan, Timur, dan Imam Dikantongi SBY

Isu mengenai calon Kapolri pengganti Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) yang akan pensiun Oktober mendatang terus bergulir. Santer terdengar 3 calon nama sudah di tangan SBY. Mereka yakni Irwasum Komjen Pol Nanan Sukarna, Kapolda Metro Irjen Pol Timur Pradopo, dan Kepala Lemdikpol Polri Irjen Pol Imam Sudjarwo. Siapa terpilih?

“3 Nama itu paling kuat kansnya,” sebut seorang petinggi instansi hukum yang enggan disebut namanya saat ditemui detikcom di Jakarta, Kamis (26/8).

Sebenarnya, semua jenderal bintang tiga dan beberapa jenderal bintang dua telah diajukan sebagai calon Kapolri, termasuk Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi dan Kapolda Sumut Irjen Pol Oegroseno. “Jadi hanya 3 calon yang paling kuat, calon-calon lainnya hanya sebagai syarat saja,” terang petinggi itu.

Semakin mengerucutnya tiga nama jenderal sebagai calon kuat Kapolri itu tak terlepas dari kondisi BHD akhir-akhir ini. Tinggal dua bulan lagi menuju Oktober. Nah, tinggal bagaimana selama 3 bulan ini masing-masing calon menjaga performanya agar layak dipilih menjadi Kapolri. Apalagi sakitnya Jenderal Bambang Hendarso semakin memperkuat sinyalemen SBY tidak akan memperpanjang lagi masa jabatan lulusan AKpol 1974 yang dikenal dengan sapaan BHD itu.

Lantas, siapa di antara tiga kandidat itu yang paling kuat? Belum bisa diketahui. Ini tergantung dari masing-masing calon dalam menjaga performanya dalam dua bulan ke depan. Santer terdengar juga sebagian calon menggalang kekuatan dari politisi dan ada juga yang melalui jalur dalam istana.

Sementara itu Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) yang dikonfirmasi mengenai 3 nama calon Kapolri ini mengaku tidak tahu. Kompolnas hanya memberi kriteria calon yang berintegritas, rekam jejak, dan aspirasi masyarakat untuk menjadi pertimbangan presiden.

“Tidak ada batasan kapan kami selesai memberikan pertimbangan. Kita hanya memberikan kriteria agar menjadi pertimbangan terbaik bagi presiden,” terang anggota Kompolnas Novel Ali saat dihubungi detikcom. (IPW/Dtc)

Share This Post

Post Comment